One Step Higher (Findingmyuniversity)
Terbiasa
dalam mendokumentasikan atau menulisakan suatu pengalaman itu sepertinya hal
yang wajar dan lumrah. Terlebih di “blog” yang notabene merupakan wadahnya para
penulis sejati hahahah. So, alasan itu yang mendasari adanya tulisan dalam
postingan kali ini.
Well,
sebagai ABG yang ternyata tau kalo ‘’dia’’ lulus SMA pastinya rasa seneng
setengah terharu muncul dalam hati saya. Yeah saya itu AKU, dan aku ya yang
bikin postingan ini, dan aku bukan kamu ._. . Dan whatever lagi lah terserah.
Oke
, sebelum muncul rasa seneng karena lulus UN 2013, tahun ajaranku kali ini
datawari suatu sistem seleksi masuk perguruan tinggi sama pemerintah, yak !
Semacam jalur prestasi, ikut nggak ikut sama aja, GRATIS! Tapi kalo ikut dan
akhirnya keterima sama ikut tapi akhirnya nggak keterima itu NGGAK SAMA AJA !
Dan inilah jatuh bangunnya saya sebagai seorang calon lulusan SMA yang bloon
dalam hal MENENTUKAN MASA DEPAN .
Kembali
ke jalur prestasi atau undangan atau yang beken waktu itu SNMPTN (kalo di
search di google mungkin lebih jelas ). Sebagai anak SMA yang awam nih , dalam
artian nggak ada yang nuntun buat pemilihan jurusan sementara cita cita masih
gelap gulita. AKU mutusin buat milih DUA Universitas dimana tiap UNIVERSITAS
boleh diisi maksimal 2 Program studi. And then, pilihan jatuh di Universitas
Jember dengan pilihan Pendidikan Dokter Gigi dan Kesehatan Masyarakat (maklum
anak IPA yang setia sama IPA). Pilihan Kedua Universitas Airlangga (PD. Gigi
dan Bahasa Inggris). Aneh mungkin kenapa bukan UNAIR di pilhan pertama. Yeah
itu karena SAYA berharap dan PD bahwasannya Universitas Jember akan menerima
saya sebagai anak didiknya ._.
Cerita
berlanjut setelah pengumuman kelulusan di umumkan, alhamdulillah sekolah saya
100% lulus. Seneng memang , iya memang ! Hanya saja , beberapa hari kemudian
keluarlah pengumuman SNMPTN undangan , and then....... “MAAF ANDA BELUM blablablabla”
Oke, semua ini memang bikin down, apa yang bikin down? Nggak keterima? 30%
karena nggak keterima , tapi 70 % nya down karena ngelihat temen temen yang
udah pada dapet ucapan selamat dari panitia SNMPTN.
Berusaha
melupakan kejadian yang lalu, ternyata banyak juga yang emang belum keterima di
jalur SNMPTN. Oke ini sedikit jadi motivasi, disamping itu pun toh masih ada
SBMPTN(seleksi melalui test). Nah prosesnya SBMPTN ini bagi saya sedikit
memutar otak. Mungkin memang saya PENGEN bisa jadi seorang DOKTER dan dukungan dari
orang tua pun seperti itu (dukungan moril bukan dukungan DANA ). Tapi....
semakin kesini rasa pengen itu semakin pupus, kenapa ya? Kalo dulu belum bisa
jawab, but now.... the best answer is “This is not my passion”! dulu sih nggak
bisa ngomong kaya gitu. Karena pada akhirnya pilihan SBMPTN jatuh di PRODI
Kedokteran Universitas Brawijaya, Ilmu Pangan Universitas Brawijaya dan
Psikologi Universitas Negeri Sebelas Maret. Well, DULU seperti itulah besar
harapan saya pada program SAINTEK (maklum dulunya anak IPA yang mulai ragu
sebenernya bisa IPA beneran apa enggak)
Tahap
demi tahap sudah dijalani, dari yang ikut SBMPTN CAMP sampe TEST SBMPTN. And finally,
8 Juni 2013 diipilih panitia SBMPTN sebagai waktu pengumuman lulus enggaknya “calon
MABA”. Tepat pukl 17.30 WIB, lagi lagi saya dapat ucapan permohonan MAAF dari
panitia SBMPTN. Gimana perasaan saya? Sedih? 25 % nya sedih karena nggak
diterima sisanya 5% sedih lihat temen temen ada yang keterima dan 70% nya KEBAL
alias sudah terbiasa dan lebih siap sama penolakan.
Beberapa
kali ditolak sama PTN nggak mungkin orangtua saya diem diem aja. Akhirnya,
akhir dari segala akhir. Orangtua yang selama belasan tahun membesarkan saya
mengelurkan satu kata yang benar benar membuat saya yakin dengan diri saya
sebenarnya . “terserah mbak vima saja sekarang maunya gimana dan dimana’’.
Yeeaaahhh, bagaikan mendengar adzan magrib pas lagi bulan puasa ! Ini nih yang
sebenernya ditunggu tunggu. Tapi hukum Newton yang aksi reaksi berlaku disini
(nggak paham hukum yang ke berapa) . Saya diperbolehkan memilih jurusan apa
saja yang dipengenin TAPI harus ada komitmen untuk tetap fokus dan serius sama
persiapan buat IPDN (tau kan IPDN? :’)) . Jadi kedua orangtua saya memang menginginkan
saya menjadi PRAJA yang nantinya setelah kuliah sudah menjadi Pegawai Negeri
Sipil . Apa boleh buat, bukankah orang tua selalu memlilh yang terbaik buat
anaknya?
Hidup
tetap berjalan, sayapun nggak jadi lulusan SMA yang pasif. Beberapa pendaftaran
Universitas saya ikuti , misalnya SIMAK UI, STAN dan UM UGM (sudah daftar tapi
nggak jadi tes). Kenapa saya milih banyak universitas? Apa saya plinplan? Ato
nggak punya tujuan yang pasti? NO ! Semua itu dilakukan karena memang saya
tidak dipertemukan dengan jalan alternatif menuju satu perguruan pasti (
something like open the gate).
Finally,
pilihan yang saya harap tepat karena memang ini pilihan hati nurani saya dan
tanpa paksaan orang tua (tapi tetep direstui) jatuh pada Ilmu Peerintahan
Universitas Brawijaya, Ilmu Politik Universitas Brawijaya dan dua piliha prodi
lain yang juga di Universitas Brawijaya.(dan ternyata jiwa saya menjadi camaba
SOSHUM walaupun dulu anak IPA yang selalu membanggakan IPA) .Kenapa semua
Brawijaya?well, Karena memang yang saya
ikuti adalah ujian Mandiri Universitas Brawijaya (SPMK UB).
Hari
demi hari terlewati dengan bertambahnya permohonan maaf dari Universitas
Indonesia, iya ! Ini permohonan maaf yang kesekian kalinya dan saya terima
dengan lapang dada. Kali ini prosentase kesedihan saya adalah 0%. SEKARANG ! Di
depan mata hanya ada dua harapan di kepala saya yaitu pilihan saya (UB) atau
juika tidak saya harus memilih pilihan orangtua saya (IPDN). Hari hari
menjelang pengumuman dari Universitas Brwijaya terisikann dengan bayang bayang
menjadi seorang PRAJA, bahagaimana bisa saya menjalani kehidupan seperti itu?
Tapiu saya HARUS BISA (judul buku karangan Dr.Dino Patti Djalal tentang
Presiden SBY).
Sekarang
lah waktunya, tepat pukul 16.00 WIB di hari Selasa tanggal 23 July 2013
pengumuman SPMK diumumkan, inilah titik puncak semua usaha saya, entah itu
titik berakhirnya harapan saya kuliah di PTN atau akan menjadi titik awal
mempersiapkan fisik untuk sekolah kedinasan ! Dan inilah keputusan Allah SWT.
Panitia yang satu ini dengan halusnya mengucapkan “SELAMAT” pada saya, mungkin
mereka tahu, kalau selama ini banyak Pantia pantia yang memohon maaf pada saya.
Melalui dia lah, allah mengucapkan selamat pada saya. Ya, tulisan berwarna
hijau muda dengan huruf kapital itu merubah hidup saya beberapa tahun kedepan. Bagaimana
dengan IPDN? Apakah akan tetap saya jalani? Itulah yang akan saya ceritakan
nanti
Semenjak
itu saya selalu terbayang tulisan hijau yang disampaikan panitia SPMK , karena
tulisan itu membantuku menemukan jati diriku. Iya, si hijau itu bertuliskan “FISIP-
ILMU PEMERINTAHAN”.
Sekian :)
Komentar
Posting Komentar