Trip Ala Ala ( Kuala Lumpur Part I)
Kuala Lumpur, Malaysia 9 Desember 2015 yang lalu
ngelahirin sesuatu yang bisa jadi bahan tulisanku disini. Berawal dari “trip”
yang berkedok Study Ekskursi ternyata banyak sesuatu yang bisa dibawa pulang ke
Indonesia, “untuk” Indonesia tepatnya. Banyak sih sebnernya yang pengen aku
share disini, mungkin aku bakalan ulas satu per satu sesuai destinasiku selama
berada di negeri Jiran, Malaysia. Postingan aku kali ini cuman bahas destinasi
pas lagi di Malaysia kemana aja, buat cerita mendalam (yaelah kaya perasaan
aja) next posting pasti.
Day 1, Putrajaya – KL
Kuala Lumpur Internasional Airpot (KLIA) jadi pijakan
pertamaku di Malaysia. Selama kegiatanku di sini ada pihak travel agent yang
ngebantu segala perjalananku termasuk tour
guide nya. Nah, singkat cerita bertemulah aku dengan yang aku dan
teman-temanku sebut “Pak Cik” (lupa namanya). Destinasi pertama adalah
photostop di daerah yang Pak Cik ceritakan bernama “Putrajaya”. Aku ngiranya
ini tuh semacam kayak kawasan apartmen/tempat tinggalnya citizen sana. Tapi, ternyata Putrajaya adalah kawasan perkantoran
pusat pemerintah atau administrasi pemerintah Kuala Lumpur.
Banyak gedung-gedung yang kalo di Indonesia namanya
kementerian, jadi kaya kantor pusat gitu. Tatanan perkantoran disini rapi,
bersih dan boleh aku bilang megah. Kebetulan aku disana jam 7, jadi kawasan ini
keliatan lenggang dari aktivitas. Photostop pertamaku yaitu di sekitar kawasan
masjid agung Putrajaya. Masjid yang iconic
ini punya semacam danau (eh apa singai ya) yang bener-bener jadi pemandangan
tersendiri. Aku sempet take beberapa foto disini sekalian jadi dokumentasi kali
ya (kaya bikin laporan aja). Sengaja take
foto yang backgroundnya masjid Putrajaya.
| ini masjidnya (dibelakang sih) |
Day 2, Universiti Malaya – Kuala Lumpur City Center
Hari keduaku di Kuala Lumpur jadi hari inti aku kesini.
Yaps, seminar bilateral sama Faculty of Art and Social Science University
Malaya. Aku menganalogikan otakku hari ini kaya vacum cleaner. Setiap materi dari
speaker mau gak mau dimasukin otak. FYI di UM itu juga ada semacam Badan
eksekutif Mahasiswa (BEM), tapi kalo disana mereka bilang itu GNC (lupa lagi
panjangannya). Topiknya yang dibawain itu lo unyu-unyu bermanfaat gitu lah. Mulai
dari haze, termasuk impactnya buat
Malaysia sama Singapore. Terus topik kedua itu human right di ASEAN sama yang terakhir AEC (Asean Economic Community). Nah, di postingan selanjutnya ntaar aku
bakalan ngebahas lebih jauh soal ini.
Done! Universitas Malaya merekam banyak kegiatanku
disana. Destinasi selanjutnya yaitu city
tour di Kuala Lumpur City Center. Inilo, tempat yang biasanya jadi tempat
foto yang kalo liat fotonya udah pasti tau ada di Kuala Lumpur, yaassssh
Petronas the twin tower. Aku juga baru tau kalo ternyata di dalem petronas itu
bukan ruang hampa wkwkwkw. Dua menara ini jadi pintu gerbang ke sebuah pusat
perbelanjaan tapi bukan pasar, namanya Suria KLCC. Megamall banget kalo dilihat
dari outlet-outlet yang mendiaminya. Gempor dah padahal cuman sekitar 4 jam
disana, maksudnya duitnya gempor juga hihhi. Ini nih hasil potretan Day 2 University
Malaya sama KLCC. Eh lupa, sama satu lagi destinasi hari ke dua. Sempet photostop
juga di Istana Negara. hehe
| Faculty of Art and Social Science UM |
| Istana Negara |
| Yas! Twin Tower |
Day 3, KBRI – Genting Highland
Ini the last day aku di Malaysia. Namanya study ekskursi
ke negara orang kayaknya nggak ngena kalo nggak mampir ke rumah, sebut saja
Kedutaan Besar RI di sana, Kuala Lumpur. Begitu masuk ke kantor KBRI mulailah
kerasa hawa hawa Indonesia, staffnya lagi bertepatan berseragam batik. Walaupun
ini KBRI tapi banyak staff yang berkewarganegaraan Malaysia karena emang staff
disini dibagi, selain diduduki sama WNI ternyata warga Malaysia pun berkesempatan
kerja disini, sama kayak PNS dengan sebutan malaysia apa ngga tau deh. Satu
moment yang Indonesiable banget adalah pas penyambutan dari salah satu conselour,
kita dikasih konsumsi isinya
martabak sama roti kukus.
| KBRI Kuala Lumpur |
Next destination is UNHCR
(United Nation High Comisioner for Refugees), atau sebut aja NGO yang menaungi
segala hal yang berurusan dengan mobilisasi pengungsi di Malaysia. Dari sini
pelajarn inti yang aku serap adalah multikulturalism tumbuh sehat di Malaysia. Mungkin
aku bakalan tulis ini lagi nanti (iya, nanti, NANTI). Karena ini hari terakhir
jadi lumayan ada beberapa destinasi yang dikunjungi, setelah UNHCR yaitu Batu
Caves. Mungkin kalo di Indonesia situs bersejarah ini sama kayak Borobudhur. Dan
yang terakhir sebelum beranjak dari Malaysia adalah Genting Highland. Kalo
Malang punya Batu, Malaysia ada Genting. Genting Highland ini mengangkat konsep
city on the Mountain menurutku. MegaMall yang biasanya di tengah kota disini
dibangun diatas pegunungan. SEPI? He*l NO! Disini jadi pusatnya casino keles.
Langsung aja deh ini dokumentasinya.
| Batu Cave |
| Naik Gondola ke Genting Mallnya |
Komentar
Posting Komentar