Cuilan Cerita Pilkada 2015 (Social Media and Election)
Yay, setelah sekian lama akhirnya lahirlah kesempatan buat ngeupload tulisan lagi disini. Tulisan yang ini sebenernya tugas kuliah aku, yaps sambil menyelam minum air lah ya. daripada bingung nulis lagi sekalian aku show up dikit-dikit gimana otakku merangkai kata pas lagi nugas.
Tugas ini hadir dari mata kuliah Kepartaian di semester 5 dan menjawab salah satu soal UTS tentang peran media sosial dalam pelaksanaan PILKADA. Check it out ! Semoga membantu :)
“...mekanisme kampanye lewat media
sosial diatur karena media sosial pasti akan menjadi sarana bagi pasangan calon
untuk berkampanye kepada calon pemilihnya.
(Kpu.go.id 13 Maret 2015)
Pesatnya perkembangan teknologi
menjadi salah satu dampak yang dibawa dari proses globalisasi. Runtuhnya
batas-batas antar negara menjadikan peran teknologi semakin kuat. Sebagai
bentuknya pesatnya kemajuan teknologi yaitu terciptanya Media Sosial (social media). Banyak definisi tentang
media sosial, salah satunya Chris Garret yang mengatakan bahwa “Media sosial adalah alat, jasa dan
komunikasi yang memfasilitasi hubungan antara orang satu dengan yang lain serta
memiliki kepentingan atau ketertarikan yang sama.” [1]
Dari pengertian tersebut dapat kita
tarik kesimpulan bahwa fungsi media sosial yaitu sebagai sarana yang
memfasilitasi komunikasi masyarakat. Selain itu media sosial berfungsi sebagai
tempat berinteraksi individu-individu yang memliki kepentingan yang sama.
Sejauh ini peran media sosial meluas hingga ke dunia politik. Sebagai contoh
yaitu beberapa aktifitas politik telah menjadikan media sosial sebagai sarana
komunikasi, sebut saja kampanye. Fenomena kampanye di media sosial bukanlah
suatu hal yang baru, bahkan Komisi Pemilihan Umum pun telah membuat keputusan
mengenai kampanye di media sosial.
Uforia pilkada serentak pada 9
Desember 2015 yang akan datang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,
terlebih daerah-daerah yang akan melaksanakan pergantian kepemimpinan kepala
daerahnya. Masa kampanye pun mulai dilaksanakan sejak 27 Agustus lalu sampai
dengan 5 Desember mendatang. [2] Tak
heran apabila sekarang banyak kita jumpai baliho dan pamflet para calon kepala
daerah. Selain dalam bentuk baliho, kampanye Pilkada Desember nanti
dilaksanakan melalui media sosial. Kampanye melalui media sosial jelas dianggap
lebih efisien dan simple serta memungkinkan masyarakat untuk melihat dimana dan
kapan saja.
Pertanyaan selanjutnya yaitu mengapa
kampanye melalui media sosial diterapkan oleh pasangan calon kepala daerah? Hal
ini terjadi karena banyaknya penduduk Indonesia yang
telah aktif di berbagai media sosial. Terbukti jumlah pengguna facebook di
Indonesia mencapai lebih dari 70 juta, Twitter mencapai 20 juta pengguna,
Chatting Line mencapai 30 juta. [3]
Dari sinilah muncul berbagai akun tim sukses dalam meramaikan kampanye pilkada
serentak Desember 2015.
Peran
media sosial dalam kampanye pilkada serentak saya tuangkan dalam beberapa
contoh studi kasus berikut ini. Studi kasus ini sama sekali tidak ada unsur
kampanye, melainkan ini hanyalah contoh semata.
2. Akun
twitter @infoMalangAnyar, merupakan akun
berbasis relawan yang mengusung Deanti Rumpoko-Masrifah Hadi dalam Pilkada
Kabupaten Malang pada 9 Desember 2015 mendatang. Akun twitter ini di follow
sekitar 221 followers. Segala informasi mengenai kegiatan pasangan calon
Bupati-Wakil Bupati ditampilkan di dalam akun ini.
3.
Akun
Facebook “Maya-Glenny”, merupakan halaman Facebook resmi pasangan calon
Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Utara periode mendatang Maya Rumantir-Glenny
Kairupan. Sudah 155 orang yang merespon halaman ini dengan memberikan “likes” di halaman ini.
Ketiga studi kasus diatas sekaligus
menjadi bukti besarnya peran media dalam kampanye pilkada serentak 9 Desember
2015 mendatang. Kesempatan inipun digunakan Tim Sukses untuk melancarkan
kampanye mereka. Oleh karena itu, KPU turut mengatur mekanisme penggunaan media
sosial sebagai media kampanye pilkada
[1]
www.trigonalmedia.com (diakses pada
27 Oktober 2015)
[2]
detikNews.com
[3]
Rachmawatie
Salahuddin, PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL DI INDONESIA. http://komunikasi.us/index.php/course/3689-perkembangan-media-sosial-di-indonesia
.2015 (diakses pada tanggal 27 Oktober 2015)
Komentar
Posting Komentar